Sederet Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia

Posted on

Piala Dunia merupakan salah satu ajang olahraga sepakbola dunia, dimana tidak sedikit dari berbagai negara di belahan dunia ingin berpartisipasi dalam ajang piala dunia. Bahkan, sampai ada beberapa negara yang rela pindah jalur supaya bisa mengikuti Piala Dunia seperti yang dilakukan oleh negara Australia yang dari jalur Oseania lalu pindah di jalur Asia.

Namun, ternyata ada beberapa negara yang enggan bahkan membaikot atau menolak tampil dalam ajang Piala Dunia yang diselenggarakan empat tahunan tersebut. Lantas, negara mana sajakah itu? Lalu apa alasannya sampai negara tersebu rela untuk menolak turut serta dalam ajang Piala Dunia 2018? Informasi lengapnya akan kami ulas dibawah ini.

negara-negara boikot piala dunia

Sederet Negara yang Pernah Baikot Piala Dunia

Seluruh Negara Afrika

Pada ajang Piala Dunia 1966 Inggris berhasil menjadi tuan rumah serta sukses meraih Trofi Piala Dunia. Namun, dibalik kesuksesan mereka pada saat itu terdapat aksi baikot yang dilakukan oleh semua negara dari benua Afrika. Hal tersebut dikarenakan mereka menganggap bahwa FIFA sudah berperilaku tidak adil pada saat memberikan tiket lolos pada putaran final.

Dimana, pada kala itu hanya terdapat satu tiket yang harus diperebutkan oleh tiga benua yaitu Asia, Osenia dan Afrika. Hal inilah yang membuat seluruh negara Afrika yaitu tercatat sejumlah 31 negara yang mengatakan mundur dari babak kualifikasi. Setelah itu, tiket yang ditujukan untuk tiga benua tersebut berhasil diraih oleh Korea Utara.

India

India menjadi salah satu dari sederet negara yang pernah membaikot piala dunia, meskipun apda tahun 1950 India nyaris berpartisipasi namun pada putaran final Piala Dunia India memang belum pernah lolos. Pasalnya, pada kala itu juga terdapat wakil negara asia yaitu Indonesia, Myanmar dan Filipina yang memilih untuk mengundurkan diri. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa India enggan untuk berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia lantaran harus bermain menggunaan sepatu. Namun, Federasi Sepakbola India (AIFF) membantah anggapan tersebut, mereka menganggap bahwa Olimpiade merupakan turnamen yang jauh lebih penting. Selain itu, AIFF juga mengungkapkan bahwa kala timnas India merasa biaya transportasi ke Brasil terlalu mahal.

Turki, Sudan, Indonesia dan Mesir

Pada tahun 1958 negara Turki, Sudan, Indonesia dan Mesir memilih untuk membaikot ajang Piala Dunia yang berlangsung di Swedia. Alasan dari keempat negara tersebut melakukan pembaikotan terhadap Piala Dunia lantaran kehadiran dari negara Israel pada babak kualifikasi benua Asia Afrika serta berada dalam satu groub dengan keempat negara tersebut. setelah itu, negara Turki, Sudan, Indonesia dan Mesir menolak untuk bertanding melawan Israel lantaran alasan solidaritas terhadap Palestina dan berbagai alasan politik.

Uni Soviet

Negara Uni Soviet atau yang sekarang lebih dikena dengan nama Rusia yang sempat dikenal sebagai tim kuat pada tahun 1960 sampai 1970 an, meskipun merkea belum pernah memenangkan ajang Piala Dunia. Pada tahun 1974 atas terselenggaranya Piala Dunia di Jerman Barat, Rusia memutuskan untuk membaikot ajang Piala Dunia lantaran terdapat permasalahan politik. Mereka enggan untuk bertanding melawan Chili pada babak playoff. Sebelumnya, Uni Soviet juga sudah meminta kepada FIFA untuk memindahkan Piala Dunia ke tempat yang netra namun permintaan tersebut justru diacuhkan hingga akhirnya Chili menjadi pemenang dan lolos pada putaran final.

Argentina

Pada tahun 1938 Argentina juga pernah melakukan baikot terhadap ajang piala dunia saat turnamen tersebut berlangsung di Perancis. Alasan pembaikotan tersebut karena kekecewaan yang dirasakan oleh mereka lantaran Piala Dunia kembali diselenggarakan di Eropa, mengingat sebeumnya Italia sudah menjadi tuan rumah. seharusnya pada ajang piala dunia 1938 kembali diselenggarakan di Amerika Selatan.

negara yang boikot piala dunia

Uruguay

Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini negara Uruguay memang selalu menjadi negara yang banyak memberikan kejutan pada ajang piala dunia. Bahkan prestasi tertinggi pernah mereka raih sebagai juara pertama Piala Dunia pada tahun 1930. Menyandang gelar sebagai juara bertahan membuat Uruguay sangat dinanti-nantikan bahkan diunggulkan pada gelaran Piala Dunia tahun 1934.

Namun, Uruguay justru menolak atau baikot gelaran Piala Dunia yang diselenggarakan di Italia dengan alasan mereka ingin balas dendam terhadap negara Eropa yang pernah menolak untuk berpartisipasi saat Piala Dunia diselenggarakan di Benua Amerika Selatan.