Isu Tentang Keamanan Piala Dunia 2018 Kembali Menjadi Sorotan

Posted on

Piala Dunia untuk kali pertama digelar di Rusia. Sebagai turnamen sepak bola terbesar di dunia 2018 tentu akan menarik perhatian penggila sepak bola dari berbagai negara. Terlebih bagi para fan 32 negara kontestan yang akan bertanding di 12 stadion yang terletak di 11 kota berbeda di Rusia, bakal sangat antusias. Mereka juga akan berbondong-bondong mendatangi negeri Beruang Merah tersebut.

Satu hal yang menjadi isu penting sepanjang gelaran Piala Dunia dari edisi ke edisi adalah soal keamanan termasuk pada Piala Dunia 2018 mendatang. Terlebih gelaran di Rusia masalah keamanan cukup disorot. Di antara potensi gangguan yang menjadi sorotan adalah masalah kerusuhan antar suporter dan isu terorisme yang melanda Eropa dua tahun belakangan.

Isu Tentang Keamanan Piala Dunia 2018

Isu Tentang Keamanan Piala Dunia 2018 Kembali Menjadi Sorotan

Ancaman Kerusuhan Suporter

Kerusuhan antara suporter Spartak Moskow dan Athletic Bilbao menjelang laga Europa League di Spanyol Februari lalu, kembali memunculkan kekhawatiran akan keamanan Piala Dunia di Rusia. Seorang polisi dilaporkan tewas dalam kerusuhan yang terjadi di sekitar Stadion San Mames tersebut.

Kerusuhan memang terjadi di Spanyol, tetapi hal tersebut tetap menjadi kekhawatiran jelang Piala Dunia 2018 mengingat kerusuhan tersebut melibatkan suporter dari Rusia.

Pernah juga terjadi ketika bentrok dengan pendukung Inggris di Piala Eropa 2016, tepatnya di Kota Marseille, Perancis kekerasan dalam sepak bola pendukung Timnas Rusia.

Buntut dari keributan dua tahun lalu, beberapa media pun menyebut puluhan ribu suporter Inggris berpotensi menjadi sasaran tindak tersebut saat Piala Dunia 2018.

Menangkal Ancaman Terorisme

Dalam dua tahun terakhir terdapat rentetan teror yang terjadi di Rusia. Selain masalah hooliganisme, hal lain yang menjadi kekhawatiran di Piala Dunia 2018 adalah ancaman terorisme. Menjelang Piala Dunia 2018, bom bunuh diri di St Petersburg menyebabkan setidaknya 15 orang meninggal pada Desember 2017.

ISIS dilaporkan menjadi dalang di balik insiden tersebut. Pada bulan April bom juga meledak di stasiun bawah tanah St Petersburg dengan korban meninggal 16 orang. Dua tahun sebelum itu, pesawat Russian Air yang membawa 224 penumpang dibom ISIS dalam perjalanan dari Mesir ke Rusia.

Propaganda ini mengancam akan melakukan penyerangan di Piala Dunia berlanjut setelah mereka merilis sebuah poster bergambarkan seorang pria membawa senjata dengan latar stadion dan logo Piala Dunia 2018. Mereka juga menyebar beberapa poster yang menggambarkan pemain top dunia tengah menderita.

Terlepas dari ancaman yang muncul jelang pertandingan, sebagai penyelenggara yakin pesta bola di Rusia itu akan berlangsung aman. “Sampai saat ini keamanan untuk Piala Dunia 2018 sangat diperhatikan, FIFA memberikan kepercayaan kepada otoritas pihak tuan rumah dan panitia pelaksana lokal.”

“Tentu saja, FIFA juga telah menghubungi seluruh pihak yang bersangkutan untuk melakukan tindakan pencegahan baik kepada otoritas nasional maupun internasional,” demikian tulis keterangan resmi. Kesuksesan Piala Konfederasi. Rusia meyakini Piala Dunia 2018 juga akan berlangsung damai.

Penerapan Identitas Suporter

Dalam rangka meningkatkan keamanan dan mencegah potensi kerusuhan, kepolisian Rusia telah menguji coba sistem Fan ID atau identitas setiap penonton pada Piala Konfederasi dan akan digunakan saat Piala Dunia. Sistem tersebut akan mengidentifikasi setiap orang yang masuk dalam stadion. Penjagaan keamanan di sekitar stadion dan tempat-tempat strategis lainnya akan menjadi prioritas.

Untuk mencegah potensi kerusuhan, otoritas Rusia membatasi penjualan dan konsumsi alkohol sebelum dan sesudah pertandingan. Kepolisian Rusia juga telah dipersiapkan untuk mengenali anggota hooligan yang datang mendekati stadion. Divisi khusus kepolisian Moskow berbahasa asing dipersiapkan membantu menyosialisasikan kepada para suporter tentang aturan selama di Rusia.

Presiden Rusia, Valdimir Putin, juga telah menyetujui undang-undang untuk memperberat hukuman bagi pelaku kerusuhan yang juga berlaku bagi suporter luar negeri. Dinas Rahasia Russia (FSB) turut membantu mengamankan selama acara berlangsung.

pengamanan piala dunia 2018

Kebijakan-kebijakan anti teror lainnya juga telah disepakati oleh Presiden Putin menyambut Piala Dunia 2018. Pesepakbola Rusia, Roman Pavlyuchenko yang lama berkarier di Inggris mencoba menepis kekhawatiran keamanan selama Piala Dunia 2018.

Ia meyakini penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia akan berlangsung aman, Selain itu ancaman hooligan dan lainnya. “Selalu ada kekhawatiran akan keamanan dimana pun kamu berada tetapi saya yakin penyelenggara di sini, akan membuat para fans merasa aman,” ungkapnya.