Inilah Keuntungan Piala Dunia Format 48 Tim

Posted on

Piala Dunia FIFA 2026 nanti sudah diputuskan dengan bulat akan ada 48 tim nasional yang berpartisipasi. Penyelenggaraannya masih ada 8 tahun lagi namun turnamen sepak bola terbesar di dunia dengan jumlah tim peserta terbanyak tersebut sudah menuai banyak pro dan kontra. Walaupun tuan rumah Piala Dunia 2026 belum ditentukan tapi kemungkinan akan diselenggarakan di zona CONCACAF (Amerika Tengah, Amerika Utara, dan Kepulauan Karibia) atau UEFA (Eropa) lagi.

Presiden FIFA Gianni Infantino meningkatkan jumlah peserta Piala Dunia sebanyak 50%, yang sebelumnya 32 tim menjadi 48 tim. Seluruh tim tersebut akan dibagi ke dalam 16 grup yang masing-masing grupnya berisi tiga tim. Dua tim teratas akan lolos ke babak gugur (knock-out) 32 besar. Maka secara total, Piala Dunia 2018 berformat 48 tim ini akan menghasilkan 80 pertandingan. Format ini memberi beberapa keuntungan dari segi sosial, budaya, ekonomi, dan olahraga.

Keuntungan Piala Dunia Format 48 Tim

Keuntungan Peserta Piala Dunia 2026 Bertambah Menjadi 48 Tim

Tidak Ada Penambahan Jumlah Pertandingan

Penambahan tim yang ikut bergabung tidak berarti pertandingan yang dilalui setiap tim bertambah banyak. Justru para pemain dan kesebelasan akan terlindungi dengan adanya format ini. Jika dilihat lagi. Pada rentang waktu kira-kira satu bulan penyelenggaraan Piala Dunia, satu tim akan memainkan tujuh pertandingan dari awal turnamen, dengan rincian: tiga pertandingan babak grup, serta empat sisanya adalah pertandingan per delapan final (16 besar), perempat final, semifinal, dan final.

Penambahan jumlah tim memang menambah jumlah pertandingan dari yang semula 64 ke 80 pertandingan. Tetapi pertandingan yang dilalui setiap tim tetap sama yaitu: dua pertandingan babak grup, serta lima pertandingan sisanya adalah masing-masing satu dari perenambelas final (32 besar), perdelapan final (16 besar), perempat final, semifinal, dan final. Jumlahnya tetap sama yakni tujuh pertandingan.

Memberi Hiburan yang Lebih Menarik

Dalam grup yang berisi tiga tim yang dua di antaranya akan lolos ke babak selanjutnya, kita mungkin akan memandang kalau hal ini akan mengurangi gengsi pertandingan. Pada kenyataannya nanti, pengurangan gengsi pertandingan ini akan terjadi lebih karena akan ada banyaknya negara yang berpartisipasi.

Saat ini negara anggota FIFA berjumlah 211. Maka tidak bisa di pungkiri jika format 48 tim akan mengikutsertakan tim-tim cupu, terutama dari Asia, untuk bisa lolos ke babak final Piala Dunia nantinya, dengan Indonesia (semoga) adalah salah satunya.

Dari grup berisi tiga tim ini, akan ada dua pertandingan yang sangat krusial bagi tim-tim tersebut, terutama tim cupu. Dua pertandingan di grup ini akan menentukan apakah tim itu lolos ke knock-out atau harus pulang. Dengan format ini, maka babak grup mungkin akan tidak terlalu seru, terutama bagi grup yang melibatkan tim cupu.

Namun ini bukan pemandangan langka, mengingat pada grup berisi empat tim juga terkadang kita bisa melihat adanya tim yang sudah memastikan diri lolos atau tidak lolos, sehingga pertandingan terakhir (pertandingan ketiga) akan menjadi formalitas belaka.

Di sini-lah maka setiap tim akan bermain serius dari awal sampai akhir turnamen, terutama di babak gugur. Babak gugur Piala Dunia berpotensi akan menjadi lebih menarik daripada sebelumnya. Sedangkan tidak melulu negatif, tim dengan potensi rendah memang akan bermain dalam dua pertandingan untuk kemudian langsung pulang. Tapi pengalaman berharga di atas lapangan dan juga di luar lapangan menjadi investasi pada infrastruktur sepak bola mereka di masa depan.

Piala Dunia adalah Acara Sosial, Budaya, dan Ekonomi

Dalam setiap penyelenggaraan acara olahraga, setiap tim akan menunjukkan banyak hal di antaranya; olahraga itu sendiri, sosial, lingkungan, urban, dan ekonomi kepada sebuah wilayah. Acara olahraga, seperti Piala Dunia, Olimpiade, dan bahkan Pekan Olahraga Nasional, bisa meningkatkan pengembangan besar-besaran di sebuah negara atau kota. Pengembangan ini, secara rasional, akan lebih banyak berakibat pada sosial, budaya, dan ekonomi.

Piala Dunia Format 48 Tim

FIFA sendiri memperkirakan akan mendapatkan keuntungan tambahan sebesar 1 miliar dolar AS (Rp 13,31 triliun) dengan ekspansi Piala Dunia menjadi 48 tim tersebut. Tidak hanya dari segi material, Piala Dunia ini berpotensi untuk memberikan efek ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Investasi akan dikembangkan di banyak negara melalui infrastruktur, yang salah satunya (harapannya) adalah pengembangan sepak bola usia muda.