Inilah Alasan Rusia Dipilih Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Posted on

Piala Dunia 2014 di Brasil sudah lewat, kini tiba waktunya tongkat estafet diberikan kepada Rusia selaku tuan rumah Piala Dunia 2018. Buat Rusia, penunjukan sebagai tuan rumah Piala Dunia punya arti yang teramat penting. Ketika Rusia, pada 2009, memproklamirkan diri bahwa mereka tertarik untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Para petinggi mereka dengan lantang menegaskan bahwa dana sebesar 10 miliar dolar AS siap digelontorkan untuk menghelat turnamen Piala Dunia 2018 empat tahunan itu. Rusia siap untuk melakukannya. Sebagai negara yang tergabung dalam BRICS, jumlah uang sebanyak itu bukanlah masalah. Malah, Rusia telah menunjukkannya dengan menggelar Olimpiade Musim Dingin 2014 dan Grand Prix Formula 1 pada tahun yang sama.

rusia jadi tuan rumah piala dunia

 Inilah Alasan Rusia Dipilih Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2018

Ajang Olahraga Rusia Unjuk Gigi

Buat Rusia, Piala Dunia 2018 dan pergelaran-pergelaran olahraga lainnya yang disebutkan tadi adalah unjuk gigi bahwa mereka kini adalah negara modern yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga modern dan terbuka terhadap dunia luar. Kendati pergelaran Olimpiade Musim Dingin pada Februari silam diwarnai oleh kekurangan di mana-mana, Rusia tetap pede menjalankan kampanye mereka untuk tuan rumah Piala Dunia 2018.

Poster untuk mempromosikan turnamen sudah dibuat, sementara lima stadion dari 13 stadion yang diperuntukkan jadi arena diharapkan sudah siap sejak 2013. Ini tampak berbeda dari Brasil ironisnya adalah anggota BRICS juga yang bahkan sampai beberapa bulan menjelang Piala Dunia digelar masih memiliki masalah dengan stadion-stadion yang akan dijadikan arena pertandingan.

Keunggulan Rusia Sebagai Penyelenggara Piala Dunia 2018

Toh, untuk urusan stadion, Rusia memang tidak sepenuhnya kesulitan. Stadion seperti Luzhniki bahkan sudah masuk kategori elite UEFA dan hanya tinggal “dipoles” untuk bisa menjadi arena penghelat pertandingan Piala Dunia. Yang berbeda juga dengan Brasil, Rusia sudah siap dengan transportasi massal. Kereta cepat dari Moskow sampai ke St Petersburg dan juga ke kota-kota besar lainnya sudah tersedia.

Dalam tulisannya di RTBH, Elliot Lelievre menyebut bahwa perhelatan Piala Dunia 2018 akan jadi sesuatu yang menguntungkan buat Rusia dan juga FIFA. Untuk Rusia, alasannya adalah seperti yang disebutkan sebelumnya. Keuntungan buat FIFA terletak dari kultur olahraga di Rusia, yang disebut Lelievre menyedot animo besar dari masyarakatnya.

Perkembangan Dalam Hal Persepak Bolaan

Hal itu masih ditambah berkembangnya sepakbola Rusia dalam beberapa tahun terakhir. FIFA pun disebutnya melihat hal ini sebagai kesempatan untuk melebarkan “sayap”. Tapi, bukan berarti Piala Dunia 2018 lancar-lancar saja tanpa ada konflik di luar arena. Seperti halnya Brasil yang diikuti oleh masalah minimnya penghidupan yang layak serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai untuk rakyatnya, Rusia diikuti oleh isu politik seputar presidennya, Vladimir Putin, dan konfliknya dengan Ukraina.

Sebagian menyebut, Piala Dunia 2018 merupakan propaganda Putin dan usahanya untuk meraih pengakuan secara global. Putin pun disebut terkena pukulan telak. Di tengah gemerlapnya persiapan menuju Piala Dunia ini, terjadi tragedi MH17. Tragedi yang menewaskan ratusan orang yang terbang bersama Malaysia Airlines akibat ditembak misil tersebut merupakan imbas dari konflik antara Rusia dan Ukraina.

Salah seorang pengamat olahraga, Tunku Varadarajan, lewat kolomnya di The Daily Beast menyebut bahwa salah satu cara untuk menghukum Putin adalah dengan tidak menghelat Piala Dunia 2018 di Rusia. Eks pemain tim nasional Belanda yang kini tengah melatih Melbourne City, John van’t Schip, bahkan meminta federasinya dan FIFA untuk memboikot pelaksanaan Piala Dunia 2018 di Rusia setelah terjadinya tragedi MH17 –yang mayoritas penumpangnya berkewarganegaraan Belanda.

alasan rusia jadi tuan rumah piala dunia

“Saya meminta KNVB, Pemerintah Belanda, dan FIFA untuk memboikot!!” tulisnya dengan nada keras di akun twitter pribadinya. Sejauh ini, FIFA masih tetap diam terkait tragedi yang dinilai bisa mengancam di helatnya Piala Dunia 2018 tersebut. Namun, melihat FIFA juga tetap tidak peduli dengan segala protes yang terjadi di Brasil dan Piala Dunia 2014 tetap berjalan, ada kemungkinan mereka akan bersikap sama terkait Piala Dunia 2018.

Selain itu banyak sekali yang bisa dieksplor di Negara Rusia ini, sehingga memancing minat kedatangannya wisatawan, bukan hanya untuk menonton pertandingan untuk merebutkan piala dunia 2018, namun juga dapat berjalan-jalan di negara ini.