Ini Dia Momen Tak Terlupakan Sepanjang Gelaran Piala Dunia!

Posted on

Sepertinya tidak salah jika menyematkan olahraga sejuta umat, atau bahkan miliaran umat, untuk olahraga sepak bola. Pasalnya olahraga ini apalagi piala dunia bukan hanya bisa dinikmati oleh golongan tertentu saja, namun boleh untuk semua golongan. Selain itu, pria dan wanita pun bisa menjadi penggemar bahkan pelaku olahraga si kulit bundar ini.

Maka dari itu ada banyak sekali pertandingan yang digelar dengan mengatasnamakan sepak bola, salah satunya adalah Piala Dunia. Ajang pertandingan tim nasional dari seluruh dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali tersebut memang tontonan yang tidak akan dilewatkan oleh siapapun, bahkan banyak penggemar sepak bola dadakan yang ikut memeriahkan gelaran ini termasuk yang akan digelar di piala dunia 2018 karena tertarik dengan euforia yang ditawarkan.

Sepanjang gelaran Piala Dunia sejak tahun 1930 hingga yang akan disongsong sebentar lagi di tahun 2018, pastinya banyak cerita yang sudah diukir, seperti contohnya kejayaan Brazil yang mampu memboyong 5 trofi juara hingga Piala Dunia 2006 lalu, sampai momen ketika pemain legendaris MU, David Beckham yang harus dikeluarkan dari lapangan oleh Wasit karena menendang Diego Simeone.

momen tak terlupakan piala dunia

Momen Penting Selama Piala Dunia Berlangsung

Piala Dunia Perancis 1938

Kala itu, yang menjadi sorotan adalah ketika pertandingan antara Polandia melawan Brazil. Kejadian tersebut bermula ketika salah seorang pemain Brazil, Leonidas, masuk kembali bertanding. setelah sempat sebelumnya cidera dan harus dibawa ke luar lapangan. Pemain yang memiliki julukan Sang Permata Hitam tersebut ternyata masuk tanpa mengenakan sepatu.

Sebelum akhirnya wasit menyadari keadaan Leonidas yang tanpa sepatu, dan menyuruhnya untuk memakai dulu sepatunya, satu gol sudah berhasil disarangkannya terlebih dahulu ke dalam gawang Polandia. Momen ini akhirnya selalu dikenang hingga sekarang yang membuat nama Leonidas diingat secara unik

Piala Dunia Italia 1934

Pada gelaran kali ini, paham fasisme sungguh sangat terasa, bukan hanya karena situasi politik namun juga terbawa hingga ke dalam lapangan. Tahun ini memang menjadi jalan bagi sebagian orang untuk menyebarkan paham fasisme ke seluruh dunia. Bahkan cerita mengenai wasit yang selalu condong berpihak membela Italia pun masih sering menjadi perbincangan hangat hingga sekarang.

Salah satu kejadian yang paling fenomenal dan masih membuat penasaran publik adalah ketika tim tuan rumah bertanding melawan Austria di laga semifinal. Wasit dianggap terlalu memihak kepada tim Italia, bahkan membantu dengan terang-terangan, salah satunya adalah menyundul bola ke arah pemain Italia. Namun, hingga sekarang tidak ada yang bisa membuktikan secara langsung hal tersebut, mungkin juga karena takut terhadap Musolini.

Seperti yang kita tahu, sebagai pemimpin, sosok Musolini memang terkenal diktator yang bertangan besi. Tekanannya pun terasa di semua lini, bahkan hingga ke Piala Dunia. Musolini pun tak enggan menggunakan ancaman untuk meraih keinginannya, terbukti dengan ancaman membunuh semua pemain Italia jika tidak bisa menang dalam ajang Piala Dunia kali itu. Beruntungnya, Italia dapat membawa pulang trofi juara.

Salah satu cerita lainnya yang juga selalu dikenang hingga sekaranga adalah ketika pertandingan pembukaan antara Italia melawan Amerika Serikat. Dalam persiapan pertandingan tersebut wasit beserta para asistennya pun memberikan sebuah penghormatan ala Nazi yang ditujukan kepada Musolini yang kala itu sedang berada di yacht miliknya.

momen terbaik dalam piala dunia

Piala Dunia Swedia 1958

Ajang kali ini terasa begitu spesial karena menandai kehadiran seorang legenda yang hingga kini namanya masih dikenang. Sosok tersebut adalah Pele, yang kala itu masih berusia 17 tahun ketika membela tim nasional Brazil dalam ajang Piala Dunia. Awalnya, Pele muda hanya menjadi seorang pemain pengganti untuk pertandingan awal ketika babak penyisihan grup.

Namun permainan apiknya membuat seluruh tim meminta kepada pelatih untuk menurunkan Pele dari awal pertandingan ketika menghadapi USSR dan kemudian berlanjut ke laga setelahnya. Kepercayaan ini pun tidak disia-siakan oleh Pele, terbukti dengan melesatkan satu gol ke gawang Wales, belum lagi hattrick pada semifinal ketika melawan Perancis.

Bukan itu saja, Pele juga menjadi penentu kemenangan Brazil atas Swedia dalam babak final dengan membuat satu gol solo run yang memukau. Hal ini membuat Brazil mengungguli tuan rumah. Ketika pertandingan berakhir, para pemain Brazil pun merayakan kemenangannya dan tak lupa mengelu-elukan nama Pele sembari mengangkatnya, hal ini pun membuat Pele menangis haru. Dia teringat kekecewaan ayahnya ketika menyaksikan kekalahan Brazil pada Piala Dunia 1950.